Minggu, 03 Juni 2012

Belajar Menang, Belajar Kalah!

mungkin malam ini aku akan bingung untuk menulis apa. aku tak tau apakah ini patut diceritakan atau tidak. tapi sebelum itu, aku ingin bertanya padamu. apa yang kau rasakan di saat semua perjuangan, pengorbanan, dan impianmu tidak bisa terwujud? apakah kecewa? kesal? atau marah?

seperti itulah aku saat ini. sungguh keras apa yang telah kami lewati, yang berawal dari kegagalan tahun lalu.



kemudian kami berjuang keras di tahun ini untuk membalaskan kekalahan itu. dengan harapan dari para senior, guru, dan teman-teman serta orang-orang di sekeliling kami yang menjadi pemberat pundak kami. beban yang memberikan kekuatan itu.

dan sekarang semuanya harus
berakhir di sini? hanya di semi final?

aku ingat dulu, kami membentuk tim ini dengan seleksi ketat yang akhirnya menyisakan 10 orang terkuat dan ditambah 1 orang cadangan yang masih bertahan







aku ingat, untuk mengantar keberangkatan kami, kak harry dan mbak mufid rela-rela datang ke diknas



aku ingat kami pernah berjanji dengan para senior untuk bisa ke nasional,,



aku ingat,, pak acong, ibu nela, serta guru-guru lain sangat optimis dengan kami....


tapi,,
tapi semua itu...
hanya sebatas ini..
semi final?

yang aku kesalkan :
kenapa kami harus dapat di regu A?
kenapa bel lcc di regu kami harus error?
kenapa bel itu harus bunyi sendiri padahal tidak dipencet?
kenapa harus di semi final?

apakah ini sudah suratan takdir Tuhan untuk kami? apakah memang Tuhan lebih meridhoi kami sebatas semi final? tapi mengapa? apakah Tuhan ingin kami "belajar kalah"?


Mungkin memang hanya sebatas ini. mungkin kami yang terlalu sombong. mungkin memang kami belum pantas ke nasional.... tapi sudahlah,, ini sudah takdir yang diberikan Tuhan.. dan kita hany bisa bersyukur atas apa yang sudah kita dapatkan. Karena ini takdir Tuhan... maka :

"Ini Pasti yang Terbaik"

2 komentar: