Rabu, 30 November 2011

Ketika Aku Takut Menggantung Mimpi Setinggi Langit

kau tahu?
kadang aku berpikir.
kenapa aku ada di sini.
di daerah yang seperti ini.
di mana nilai kompetitif-nya sangat rendah.
jauh tertinggal dari dunia luar.
dunia luar di mana orang-orang sudah terbang di langit.
di mana mereka berlomba-lomba melampaui atmosfer.
sedangkan aku? masih berusaha memanjat pohon kelapa.
dan ketika aku sampai di puncak tertinggi di pohon itu,
aku seolah merasa bahwa aku telah menaklukan langit.
padahal, aku bahkan sama sekali tidak mengalahkan orang yang berada di puncak gunung.
dan saat ini, saat aku bermimpi melampaui langit,
pantaskah aku bermimpi seperti itu?
pantaskah aku bermimpi melampaui orang-orang yang sudah beterbangan di langit?

pasti kalian jawab "pantas!" karena " tidak ada yang tidak mungkin!"

tapi dengarlah!
DENGAN APA AKU BISA MELAMPAUI ITU?
mereka punya pesawat-pesawat hebat, sayap-sayap yang kuat, dan semua fasilitas yang diperlukan.
sedangkan aku? bahkan balon terbang pun aku tak punya.

kalian bilang "mimpi"

sekarang dengarlah!
MIMPI-MIMPI APA YANG BISA TERWUJUD TANPA MODAL?
memang ada orang yang sukses hanya dari " tekad" tapi itu 1:1.000.000
aku akan bahagia bila menjadi 1 yang sukses itu,
tapi bagaimana dengan 1.000.000 orang yang gagal itu,
yang kesemuanya bernasib sama dengan ku?
dan bagaimana kalau aku termasuk dalam kelompok yang gagal itu.

mungkin aku bisa mengulang lagi dari awal,
tapi kalau aku gagal lagi?
lagi? dan lagi?

AKU TIDAK PUNYA CUKUP WAKTU UNTUK GAGAL!

jadi, salahkah aku jika Aku Takut Menggantung Mimpi Setinggi Langit?
karena, ketahuilah, ketika mereka sudah berada di langit, aku masih terbenam di dalam tanah, dan butuh jutaan tahun bagiku untuk mengejar mereka apalagi untuk melampaui dan sedihnya umurku takkan sepanjang itu.

Menyedihkan yah. -_-"






1 komentar: