hari ini aku bertemu dengan seseorang, yang mungkin bagi kalian, dia itu hanya orang biasa, tapi apa yang dia katakan telah mengubah pandanganku terhadap apa yang saat ini aku hadapi. izinkan aku bercerita tentang pertemuan dan perkenalan kami yang singkat dan sangat berharga bagiku.
siang itu, seperti yang telah direncanakan, aku akan berangkat pulang ke tanah kelahiranku, provinsi bengkulu. yahh setelah melewati UTS yang cukup horor di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik selama dua minggu lamanya, akhirnya ada minggu tenang di mana jadwal kuliah kosong dan ada libur natal serta tahun baru.
awalnya aku sangat ragu ketika akan memutuskan untuk pulang kampung atau tidak, mengingat biaya perjalanan menuju bengkulu yang tidak sedikit dan lelahnya perjalanan yang akan ditempuh. namun kemudian setelah tau teman satu kos ku si dedi akan pergi ke tangerang selama libur, maka aku memutuskan untuk pulang dan langsung memesan tiket pesawat yang paling murah di salah satu agent yang berlokasi tak jauh dari kampus.
aku pun mulai merasa menyesal ketika tau bahwa saudara-saudara sepupuku yang di bengkulu ternyata malah berlibur ke jakarta tepat sehari sebelum keberangkatanku menuju bengkulu. di tambah lagi pesawat yang terpaksa harus delay hampir satu jam karena alasan operasional yang gak jelas -_-. huhh, dan akupun mulai berpikir, mungkin keputusanku untuk pulkam adalah salah.
pada akhirnya aku dan penumpang lain hanya terpaku sayu, menunggu keberangkatan di dalam pesawat yang telah menjebak kami dalam sistem mereka yang sangat pintar. ketika aku tengah terjebak dalam kebosanan, tiba-tiba seorang perempuan yang duduk di sebelahku nyeletuk berbicara. awalnya hanya basa-basi yang biasa digunakan orang untuk mencairkan suasana. namun kemudian kami malah berkenalan, dan terus berlanjut dengan obrolan yang lumayan asik seputar kisah kehidupan, pendidikan, dan perjuangan.
sebut saja namanya
Bookmarks
Our Partners
Heathcliff
Mengenai Saya
- Talota
- saya adalah seorang laki-laki yang sedang berusaha menemukan jati diri, dan berharap suatu hari nanti bisa menjadi seseorang yang berguna bagi keluarga, agama, dan negara.
Pengikut
Cari Blog Ini
Blogger templates
Kamis, 26 Desember 2013
Rabu, 25 Desember 2013
Tak Sesempurna Dulu (Song and Story)
aku sangat sadar, aku hanya lah sebutir debu kecil yang tertiup angin, terbang menembus cakrawala, yang kadang terhempas dan lebih sering terinjak dalam pesimisme hidup. terlalu banyak yang mengatakan bahwa aku memiliki banyak hal baik, bakat, potensi, namun tak ada satupun yang tau bahwa dibalik semua itu aku tak melihat adanya masa depan.
aku tak yakin pada diriku, pada hidupku, pada apa yang kujalani. semuanya mengalir begitu saja. seperti air yang dapat masuk ke lubang wc, yang terbawa arus menuju selokan, terus ke sungai dan berakhir di lautan perjuangan dunia yang begitu keras. sekeras hati ini yang dulu tak mau mendengarkan pendapat orang lain, yang egois sehingga harus merasakan berbagai penyesalan tak berujung.
begitu banyak yang aku lalui di sini. begitu banyak yang dunia ini ajarkan padaku. dan begitulah aku, tak pernah berubah, hanya mementingkan ego ku sendiri, tak sadar diri, tak sadar akan kesempurnaan diri yang kian memudar, menghilang ditelan hingar bingar ibu kota, dan kemudian larut dalam kesunyian yang gelap dan meghanyutkan.
malam itu aku berpikir, siapa aku dulu? siapa
aku tak yakin pada diriku, pada hidupku, pada apa yang kujalani. semuanya mengalir begitu saja. seperti air yang dapat masuk ke lubang wc, yang terbawa arus menuju selokan, terus ke sungai dan berakhir di lautan perjuangan dunia yang begitu keras. sekeras hati ini yang dulu tak mau mendengarkan pendapat orang lain, yang egois sehingga harus merasakan berbagai penyesalan tak berujung.
begitu banyak yang aku lalui di sini. begitu banyak yang dunia ini ajarkan padaku. dan begitulah aku, tak pernah berubah, hanya mementingkan ego ku sendiri, tak sadar diri, tak sadar akan kesempurnaan diri yang kian memudar, menghilang ditelan hingar bingar ibu kota, dan kemudian larut dalam kesunyian yang gelap dan meghanyutkan.
malam itu aku berpikir, siapa aku dulu? siapa
Selasa, 20 Agustus 2013
Semua Berubah, Dunia Berubah, dan Akupun Berubah
Dua hari lagi aku akan berangkat menuju Jakarta. Kota sejuta impian. Kota terpadat di Indonesia. Pusat perekonomian dan pusat segala hal penting di negara ini. Tapi bagiku Jakarta lebih dari itu. Jakarta adalah sebuah tempat di mana aku harus mengasah diri menjadi lebih dewasa, lebih mandiri, lebih pintar dan lebih kuat untuk tak bersama orang-orang yang aku sayang,, keluarga, pacar, sahabat, teman :'(
seperti baru kemarin aku dilahirkan di sini, di sebuah kota kecil yang penuh misteri, hingga hari-hari terakhirku di sini akan segera tiba. sesungguhnya aku sangat tidak ingin kehidupan ini berubah, aku masih ingin menjadi seorang anak sekolah yang polos dengan sejuta impian kosong seperti dulu, tetap menjadi anak kecil yang ketika emosi bisa langsung marah dan meninju orang, tapi waktu berlalu begitu cepat.
ketika aku tersadar, duniaku telah berubah, umurku telah bertambah, dan aku telah tumbuh menjadi sosok yang bahkan aku sendiri tak bisa mengenali diriku lagi. ini lah aku saat ini, yang mengabaikan mimpi-mimpiku dulu untuk kuliah di ITB, yang mengabaikan kesempatan masuk UGM, demi sebuah perubahan, demi sebuah kemapanan, demi orang-orang yang ada di sekelilingku.
aku tak pernah berfikir bahwa pada akhirnya aku akan masuk Perguruan Tinggi untuk belajar Statistika, aku tak pernah tau apa itu STIS sebelum
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
sudah lama tidak nge-blog, tapi ntah kenapa malam ini ada sebuah kekuatan yang menarikku untuk menulis di sini. padahal besok masih UAS -_- ...
-
Emm... tiba-tiba aku ingat, dulu waktu kelas 1 SMA pernah ada lomba mading antar kelas, dan waktu itu kebetulan puisi yang aku buat dimua...
-
Seorang pria berinisial MTP (sebut saja dia "Mei") telah berkarir solo selama 4 tahun ini. Karir solo-nya dimulai semenjak bu...
-
kau tau.. di saat ada seseorang yang bertanya pada ku.. "kenapa kamu bisa dapatkan itu?" atau "kamu hebat sekali, bagaimana c...
-
mungkin malam ini aku akan bingung untuk menulis apa. aku tak tau apakah ini patut diceritakan atau tidak. tapi sebelum itu, aku ingin berta...
-
Lihatlah semua ini, tidak ada yang nyata. Dunia yang ideal itu tidak akan pernah ada. Semua berbeda setelah kita tau. Semua semu ketika kita...
-
Kesedihan yg dialami Dio kali ini berbeda dg yg sblumnya.. Rasa sakit yg begitu menusuk membuat Dio bhkan tag mampu utk berpikir ataupun ber...
-
Sebuah pilihan selalu memiliki konsekuensi, seperti sebuah cerita yang selalu punya sisi indah untuk dikenang. Ya, dulunya kupikir mem...
-
aku selalu berpikir bahwa segala sesuatu yang sudah mencapai puncaknya akan turun perlahan. awalnya aku selalu berharap bahwa ini bukan punc...
-
Malam ini aku ingin bercerita padamu tentang diriku yang hidup dalam nyanyian. Aku terlahir sebagai seorang manusia biasa, dengan kecintaan ...

