Selasa, 09 Juni 2015

Entah ini apa. . .

aku menemukan banyak kepalsuan ketika aku melewati jalan yang terbentang di sepanjang rimba kehidupan yang tidak berujung ini. kenapa manusia begitu munafik? mengingkari kebenaran dan membiarkan diri mereka menjalani arti dari semua ilusi dunia.

setiap manusia menyimpan sisi gelap mereka jauh di dalam lubuk hatinya, dan menampakkan pemandangan yang begitu indah di luarnya. sebuah kepalsuan yang memuakkan.

pada akhirnya manusia hidup dalam keadaan saling membodohi. saling menyesatkan. hingga menimbulkan kebingungan dan melahirkan pertanyaan : "kepada siapa lagi aku harus percaya?"

semua makhluk punya titik lemah, semua manusia punya batas, seperti dunia yang memiliki akhir meski tak terlihat bagaimana ia akan berakhir. seperti itulah keterbatasan manusia. dibatasi oleh ilmu mereka, dibatasi oleh gengsi mereka, dibatasi oleh harta mereka, dibatasi oleh pemahaman mereka yang salah terhadap ideologi, harga diri, dan bahkan agama. hingga mereka lupa bagaimana berkasih sayang, lupa bagaimana menahan diri, lupa bagaimana caranya menghormati, lupa bagaimana caranya bergaul dengan orang yang tidak berada pada levelnya. ya, manusia telah lupa.

lantas, bagaimana seharusnya?
ingatlah bagaimana kau hidup sampai hari ini. ingatlah yang baik-baik. ingatlah tidak semua orang jahat. ingatlah kau tidak sendiri. ingatlah bahwa hartamu bukan milikmu sendiri. ingatlah agamamu bukan untuk membenarkanmu dalam pemahaman bodohmu. ingatlah, sebelum kau sampai di sini, apa saja yang telah kau lewati? apakah semuanya buruk? tidak adakah hal baik? tidak adakah hal positif? apakah kau manusia? apakah kau sempurna? maka tenanglah sejenak, dan tatap dirimu sedalam-dalamnya di cermin. kemudian temukan jawabannya.



Jumat, 03 Oktober 2014

Tiga Bulan Men-jomblo, Pria Ini Keluarkan Single Terbarunya yang Berjudul "Belum Saatnya Kita Menyerah"


Seorang pria berinisial MTP (sebut saja dia "Mei") telah berkarir solo selama 4 tahun ini. Karir solo-nya dimulai semenjak bubarnya Kyuu-ku band pada tahun 2009. Ya, pria ini adalah vokalis tunggal yang sekaligus merupakan salah satu pendiri Kyuu-ku Band, sebuah band yg cukup fenomenal pada waktu itu.

Kyuu-ku Band


“Setelah Kyuu-ku bubar, saya memilih berkarir solo dan lebih fokus pada lagu-lagu slow yang bertajuk percintaan,” ujar Mei saat ditemui admin talota.com beberapa hari yang lalu.
Keterbatasan skill nya dalam memainkan alat musik menjadi salah satu penyebab kenapa dia memilih lagu slow.

“Lagu slow itu tempo-nya lambat, lebih gampang dimainin, kalo untuk lagu nge-beat, jari saya nggak sanggup mengimbanginya, vokalnya juga nggak gampang karena saya udah terbiasa bawa lagu slow dan mainin vibra panjang,”  ujarnya.

Meski lebih sering mengeluarkan lagu-lagu galau, namun ada beberapa lagu di playlist Mei yang bertema santai seperti lagu Bersama Cinta dan lagu Lukisan Mimpi yang bertajuk semangat akan tetapi lagu ini masih berupa demo akustik.

“Rencananya waktu itu, setelah aransmen ulang lagu Tak Sesempurna Dulu  saya mau menyelesaikan lagu Lukisan Mimpi, tapi waktu lagi mikirin susunan musiknya, tiba-tiba saya dapet inspirasi buat lagu ini. Yaudah, sekalian aja dilanjutin sampai bener-bener selesai.”

Mei tidak menampik bahwasannya dia memang lebih suka lagu-lagu galau. Meski begitu, Mei mengakui bahwa dia tetap harus memenuhi tuntutan industri musik pada saat ini.

“Ya, kalau orang maunya begitu. Walaupun saya lebih suka lagu slow, ya tetap harus profesional *sokprofesional haha”

“Dulu itu saya emang belum sanggup bikin, tapi kalo sekarang udah bisa, cuma memang mungkin hasilnya nggak sebagus bikinan orang yang aliran musiknya kayak gitu. Ya, tiap orang kan punya selera musik masing-masing.”

Mei mengungkap bahwa meski dia jarang mengeluarkan lagu bertempo cepat, namun dia selalu berlatih memainkan instrumen musik dan memperkaya kemampuan vokal-nya untuk dapat mengakomodasi tuntutan dari Industri Musik Indonesia pada saat ini.

Inilah lirik dari single terbaru Mei yang berjudul Belum Saatnya Kita Menyerah  yang dikeluarkan beberapa hari yang lalu :


Kita semua pernah terjatuh
kita semua pernah terluka
tapi kita tak seharusnya menyerah
dengan kenyataan yg tak sejalan
dalam hidup kita

Bridge :
janganlah kau takut, aku di sini
menopang hatimu tuk tetap berdiri tegak

Reff:
lepaskan dan teriakkan
mimpi-mimpi indah kita
jangan biarkan dunia merenggut semua kebahagiaan
bernyanyilah bersamaku
lepaskan semua sesal masa lalu
belum saatnya kita menyerah

kita tak boleh putus asa
kita harus selalu percaya
bahwa Tuhan takkan berikan cobaan
yang takkan mampu tuk kita jalankan

back to bridge
back to reff 


Cek Lagunya Disini

Selasa, 29 Juli 2014

Sebuah Pilihan

Sebuah pilihan selalu memiliki konsekuensi, seperti sebuah cerita yang selalu punya sisi indah untuk dikenang. Ya, dulunya kupikir memilih Sekolah Tinggi Ilmu Statistik sebagai tempatku melanjutkan pendidikan adalah pilihan yang paling menjanjikan, namun apakah benar? Apakah STIS benar-benar menjanjikan untuk masa depan? Apakah kuliah di STIS benar-benar lebih baik daripada kuliah di universitas maupun perguruan tinggi kedinasan lainnya?



Aku tidak pernah memikirkan itu sebelumnya. Ketertarikan ku pada

Jumat, 16 Mei 2014

Secarik Lagu

Malam ini aku ingin bercerita padamu tentang diriku yang hidup dalam nyanyian. Aku terlahir sebagai seorang manusia biasa, dengan kecintaan yang tidak biasa pada musik. Ya, ini mutlak adalah anugerah Tuhan jika akhirnya aku mendapatkan sesuatu yang menjauhkanku dari "pelampiasan yang buruk" yang berakar pada emosi diri tanpa kontrol ini.

Aku membuang semua rasa benciku pada hal-hal yang memuakkan di dalam alunan nada, menjadikannya sebuah lagu dan menyimpannya dalam harddisk 500gb di internal laptopku. Hingga kini semua nyanyian itu terekam dan tersimpan dalam memory yang kokoh. Yang ketika aku buka dan kudengar lagi, nyanyian itu membawaku terbang ke dalam ingatan tanpa batas. Itulah arti musik, sebuah ingatan yang terekam indah dalam nada.

Saat kalian bicara soal skill dan kemampuan bermusik, aku akan angkat tangan dan melambai pada kamera. Aku lemah. Kemampuanku dalam bernyanyi masih jauh dan kepandaianku dalam bergitar tak dapat mengimbangi ide-ide kreatif yang mendesak jiwaku untuk melantunkan keindahan. Aku muak jika harus mengatakannya, tapi aku akui, aku merasa sulit menciptakan nada baru jika tidak ada seorang pemain yang ahli mendampingiku untuk memainkan nada. Namun

Selasa, 08 April 2014

Apa yang Saya Pikirkan Ketika Membaca Apa yang Mereka Tulis

Lihatlah semua ini, tidak ada yang nyata. Dunia yang ideal itu tidak akan pernah ada. Semua berbeda setelah kita tau. Semua semu ketika kita lihat kenyataan. Saat kita merasa telah menemukan kebenaran, ketika itu pula ada ketidak-benaran yang terselip. Semua motivator slalu berbicara positif meski mereka tahu itu hanya ilusi, dan tepatnya mereka lakukan itu karena "uang". Kalau memang bukan karena uang, coba saja memotivasi orang pedalaman, orang-orang kampung yang tidak punya uang. Faktanya tidak ada. Semua hanya berbicara. Seperti para politikus yang saling menjatuhkan. Berusaha menghubungkan suatu kejadian dengan kejadian lain yang dianggap berkaitan dan menyudutkan orang lain tanpa bukti. Menghubungkan hal tanpa fakta hubungan yang riil dan membawa nama agama dalam kekotoran politik. Sungguh keji!

Akupun diam memandangi fenomena ini. Begitu banyak orang yang merasa sudah tahu seluruh isi dunia ini tanpa mementingkan bukti dan praduga tak bersalah, melumpuhkan logika demi sebuah pemikiran ekstrim tentang sebuah paham agama. Mereka

Senin, 03 Februari 2014

Inilah Peta "Urat Nadi" Internet Dunia 2014


KOMPAS.com - Sekitar akhir tahun 2013 lalu, jaringan Internet salah satu operator seluler di Indonesia sempat mengalami gangguan. Usut punya usut, hal itu disebabkan karena jaringan sistem komunikasi kabel laut antara Indonesia dan Singapura terputus karena terkena jangkar kapal.

Kabel laut memang menjadi tulang punggung jaringan komunikasi dunia saat ini. Dari peristiwa putusnya kabel Indonesia - Singapura tersebut, mungkin kita jadi bertanya-tanya, seperti apakah jaringan kabel bawah laut dunia itu?

Peta yang

Jumat, 31 Januari 2014

Koran Facebook Siap Sambangi iOS



KOMPAS.com - Aplikasi pembaca berita buatan Facebook, Paper, akan segera diluncurkan awal Februari 2014. Ini sedikit mundur dari rencana awal Paper dirilis di akhir Januari.

Paper, yang menyerupai aplikasi pembaca berita seperti Flipboard dan Feedly, akan mulai diperkenalkan pada 3 Februari 2014. Namun, untuk awalnya, Paper hanya tersedia bagi pengguna iOS di Amerika Serikat.

Dalam postingan di 

Minggu, 26 Januari 2014

Internet Terkencang, Unduh Film HD Cuma 1 Detik


KOMPAS.com — Alcatel-Lucent dan British Telecom (BT) melaporkan telah berhasil mencapai kecepatan koneksi internet terkencang sebesar 1,4 terabit per detik (1 terabit per detik = 1.000.000 megabit per detik/Mbps). Angka itu disebut cukup untuk mentransfer "44 film Full HD" dalam waktu hanya satu detik.
Sebagaimana dikutip dari BBC, kedua perusahaan melakukan pengujian kecepatan jaringan di sambungan sepanjang 410 km antara menara BT di kota London dan Ipswich menggunakan kabel fiber optik dan hardware kelas komersial.

Meski belum akan dirasakan oleh konsumen dalam waktu dekat, hasil uji tersebut dipandang sebagai sebuah terobosan karena menunjukkan bahwa infrastruktur yang sudah ada mampu menunjang kecepatan yang jauh lebih tinggi tanpa memerlukan upgrade mahal.


Pihak Alcatel-Lucent mengatakan bahwa

Jumat, 17 Januari 2014

Pungutan Internet Tinggi, FPI dan APJII Datangi MK




JAKARTA, KOMPAS.com - Front Pembela Internet (FPI) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mendaftarkan gugatan uji materi ke Mahkamah Konstitusi terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor telekomunikasi, Jumat (17/1/2014). 


Uji materi itu ditujukan terhadap Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang Nomor 20 tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (UU PNBP) dan Pasal 16 dan Pasal 26 Undang-undang Nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi (UU Telekomunikasi).


Juru bicara FPI, Suwandi Ahmad mengatakan, dua UU ini inkonstitusional karena telah melanggar hak berusaha dan hak mendapatkan informasi. Dalam industri telekomunikasi ada berbagai macam PNPB, yaitu Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP) frekuensi, telekomunikasi, jasa telekomunikasi, dan konten.


"Industri telekomunikasi, khususnya penyedia jasa internet, merasa terlalu terbebani oleh berbagai biaya BHP," kata Suwandi dalam siaran pers yang diterima KompasTekno.


Selain itu, menurut Suwandi, rumusan tarif BHP jasa telekomunikasi dinilai tidak fair, karena dihitung 1% dari pendapatan kotor (revenue). Sedangkan pajak pendapatan badan saja dihitung berdasarkan keuntungan (pendapatan dikurangi pengeluaran). 


Selain itu, pendapatan-pendapatan dari usaha sampingan, yang sebenarnya dari usaha non-telekomunikasi, juga dihitung sebagai revenue yang menjadi obyek BHP.


"Masalah hukumnya adalah,

Jumat, 10 Januari 2014

Beli TV 4K Sekarang, Untuk Apa?



Perbandingan ukuran resolusi layar
Pabrikan-pabrikan televisi berlomba-lomba memamerkan teknologi dan inovasi mereka di ajang CES 2014. Banyak dari mereka yang memajang televisi dengan ukuran raksasa, teknologi layar cekung, atau display dengan resolusi 4 kali Full HD, atau yang disebut dengan 4K. Namun apakah semua teknologi itu bisa diterima?
Inovasi di segmen konsumer elektronik, khususnya televisi, berkembang sangat pesat. Dimulai semenjak diperkenalkannya beragam materi yang digunakan sebagai layar, seperti LCD, LED, plasma, dan OLED. Pengamat teknologi, Farhad Manjoo menulis di The Wall Street Journal, Rabu (8/1/2014) bahwa teknologi televisi sudah menemui jalan buntu.

Kembali ke sekitar tahun 2010 dimana saat itu pabrikan-pabrikan TV banyak yang memperkenalkan teknologi 3D. Teknologi tersebut gagal karena masih dianggap aneh, konsumen harus menggunakan kacamata 3D yang masih kurang nyaman digunakan, sering membuat pusing, dan kurang menarik karena konten 3D sangat terbatas.

Gagalnya teknologi 3D tidak lantas membuat pabrikan TV kapok berinovasi. Kini mereka kembali menghadirkan lompatan teknologi yang jauh, namun pasar belum siap menerimanya, seperti TV dengan resolusi 4K.

Hal tersebut membuat kita bertanya-tanya, sebenarnya sebesar apa

Jumat, 27 Desember 2013

WeChat Diblokir Iran



Iran - Iran memang memberlakukan aturan yang ketat mengenai penggunaan internet di wilayah mereka. Setelah memblokir layanan Facebook dan Twitter, kini mereka juga menghadang WeChat.

China dan Iran memang dua negara yang menerapkan sistem khusus untuk menyaring lalu lintas internet yang keluar masuk di wilayah mereka. Dengan sistem tersebut pemerintah setempat bisa dengan leluasa memblokir layanan yang dianggap tidak sesuai.

WeChat, aplikasi pesan instan asal China, kini sudah tidak bisa lagi diakses oleh warga Iran. Mereka yang ingin tetap menggunakan aplikasi tersebut terpaksa harus melalui jalur proxy tertentu. Cara ini juga di

Kamis, 26 Desember 2013

Perjalanan Penuh Hikmah

hari ini aku bertemu dengan seseorang, yang mungkin bagi kalian, dia itu hanya orang biasa, tapi apa yang dia katakan telah mengubah pandanganku terhadap apa yang saat ini aku hadapi. izinkan aku bercerita tentang pertemuan dan perkenalan kami yang singkat dan sangat berharga bagiku.

siang itu, seperti yang telah direncanakan, aku akan berangkat pulang ke tanah kelahiranku, provinsi bengkulu. yahh setelah melewati UTS yang cukup horor di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik selama dua minggu lamanya, akhirnya ada minggu tenang di mana jadwal kuliah kosong dan ada libur natal serta tahun baru.

awalnya aku sangat ragu ketika akan memutuskan untuk pulang kampung atau tidak, mengingat biaya perjalanan menuju bengkulu yang tidak sedikit dan lelahnya perjalanan yang akan ditempuh. namun kemudian setelah tau teman satu kos ku si dedi akan pergi ke tangerang selama libur, maka aku memutuskan untuk pulang dan langsung memesan tiket pesawat yang paling murah di salah satu agent yang berlokasi tak jauh dari kampus.

aku pun mulai merasa menyesal ketika tau bahwa saudara-saudara sepupuku yang di bengkulu ternyata malah berlibur ke jakarta tepat sehari sebelum keberangkatanku menuju bengkulu. di tambah lagi pesawat yang terpaksa harus delay hampir satu jam karena alasan operasional yang gak jelas -_-. huhh, dan akupun mulai berpikir, mungkin keputusanku untuk pulkam adalah salah.

pada akhirnya aku dan penumpang lain hanya terpaku sayu, menunggu keberangkatan di dalam pesawat yang telah menjebak kami dalam sistem mereka yang sangat pintar. ketika aku tengah terjebak dalam kebosanan, tiba-tiba seorang perempuan yang duduk di sebelahku nyeletuk berbicara. awalnya hanya basa-basi yang biasa digunakan orang untuk mencairkan suasana. namun kemudian kami malah berkenalan, dan terus berlanjut dengan obrolan yang lumayan asik seputar kisah kehidupan, pendidikan, dan perjuangan.

sebut saja namanya

Rabu, 25 Desember 2013

Tak Sesempurna Dulu (Song and Story)

aku sangat sadar, aku hanya lah sebutir debu kecil yang tertiup angin, terbang menembus cakrawala, yang kadang terhempas dan lebih sering terinjak dalam pesimisme hidup. terlalu banyak yang mengatakan bahwa aku memiliki banyak hal baik, bakat, potensi, namun tak ada satupun yang tau bahwa dibalik semua itu aku tak melihat adanya masa depan.


aku tak yakin pada diriku, pada hidupku, pada apa yang kujalani. semuanya mengalir begitu saja. seperti air yang dapat masuk ke lubang wc, yang terbawa arus menuju selokan, terus ke sungai dan berakhir di lautan perjuangan dunia yang begitu keras. sekeras hati ini yang dulu tak mau mendengarkan pendapat orang lain, yang egois sehingga harus merasakan berbagai penyesalan tak berujung.

begitu banyak yang aku lalui di sini. begitu banyak yang dunia ini ajarkan padaku. dan begitulah aku, tak pernah berubah, hanya mementingkan ego ku sendiri, tak sadar diri, tak sadar akan kesempurnaan diri yang kian memudar, menghilang ditelan hingar bingar ibu kota, dan kemudian larut dalam kesunyian yang gelap dan meghanyutkan.



malam itu aku berpikir, siapa aku dulu? siapa

Selasa, 20 Agustus 2013

Semua Berubah, Dunia Berubah, dan Akupun Berubah

Dua hari lagi aku akan berangkat menuju Jakarta. Kota sejuta impian. Kota terpadat di Indonesia. Pusat perekonomian dan pusat segala hal penting di negara ini. Tapi bagiku Jakarta lebih dari itu. Jakarta adalah sebuah tempat di mana aku harus mengasah diri menjadi lebih dewasa, lebih mandiri, lebih pintar dan lebih kuat untuk tak bersama orang-orang yang aku sayang,, keluarga, pacar, sahabat, teman :'( 




seperti baru kemarin aku dilahirkan di sini, di sebuah kota kecil yang  penuh misteri, hingga hari-hari terakhirku di sini akan segera tiba. sesungguhnya aku sangat tidak ingin kehidupan ini berubah, aku masih ingin menjadi seorang anak sekolah yang polos dengan sejuta impian kosong seperti dulu, tetap menjadi anak kecil yang ketika emosi bisa langsung marah dan meninju orang, tapi waktu berlalu begitu cepat.


ketika aku tersadar, duniaku telah berubah, umurku telah bertambah, dan aku telah tumbuh menjadi sosok yang bahkan aku sendiri tak bisa mengenali diriku lagi. ini lah aku saat ini, yang mengabaikan mimpi-mimpiku dulu untuk kuliah di ITB, yang mengabaikan kesempatan masuk UGM, demi sebuah perubahan, demi sebuah kemapanan, demi orang-orang yang ada di sekelilingku.

aku tak pernah berfikir bahwa pada akhirnya aku akan masuk Perguruan Tinggi untuk belajar Statistika, aku tak pernah tau apa itu STIS sebelum

Selasa, 06 Agustus 2013

Aku Hanya Beruntung

setiap orang boleh berteori, tapi tidak semuanya harus didengar bukan ? jujur saja, aku sangat terganggu dengan orang yang suka membanding-bandingkan keberuntunganku dengan orang lain. mereka bilangnya macam-macam. aku terlalu berharap tinggi lahh,, aku sok pintar lahh,, aku sombong lahh,, what the f*ck with you All ? this is my life and I know what I have to do.



mungkin aku diam, tapi kau harus tau kalau sebenarnya aku tak pernah berhenti berpikir. kenapa ? karna aku tidak ingin terjebak di rencana yang gagal. prinsipku adalah : aku harus selalu punya rencana cadangan dari setiap rencana yang kukerjakan. aku mungkin gagal, aku mungkin sedih, aku mungkin putus asa, tapi aku tidak akan pernah berhenti melangkah sebelum aku mati.


bagiku sebaik-baik orang adalah yang bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan. aku sangat tidak suka orang yang lari dari tanggung jawab, terlebih lagi hanya karna utk menghindari kata takut, repot, malas, dsb. mungkin manusia di dunia bisa lari se-enaknya dari tanggung jawab, tapi Allah selalu punya balasan dari sekecil apapun hal yang kita lakukan.

aku telah mengalami masa sulit ketika

Rabu, 27 Maret 2013

Kisah ini, Tulisan ini, dan Semua Kenangan ini :)

sudah lama tidak nge-blog, tapi ntah kenapa malam ini ada sebuah kekuatan yang menarikku untuk menulis di sini. padahal besok masih UAS -_- #begoo ! hahaha, sudahlah, aku sudah cukup jenuh belajar koq. walaupun UAS, tapi hidup tetap harus seimbang kan ? :D

okehh, awal cerita yaa, aku tiba-tiba ingat  setahun yang lalu, waktu masih kelas XI, kami baru bertemu, sebagian  sudah ada yang saling mengenal, sebagian lagi tau wajah tapi ngga tau nama, dan ada beberapa teman SD yang akhirnya sekelas lagi denganku di kelas XI, seperti Aldes -_- #bosan nginak au. hahaa



aku tidak tau kenapa, tapi perbedaan antara kelas XI dg kelas XII itu begitu nyata. kelas XI itu bisa dikatakan masa lalu yang kelam bagi kelas ini, kenapa ? yaa, kami tidak kompak sama sekali, dan jarang menang di classmeeting. selain itu juga semua sibuk urusan masing", tidak peduli dengan kelas dan solidaritas kita. tapi saat menginjak kelas XII, sebagian besar warga IPA 1 berubah, mulai toleran dengan keadaan ex : mas hapis, dsb. kita sudah mulai sangat mengenal satu sama lain, baik dari sikap maupun kelakuan, ada yang alim (mas hapis), ada yang cool (meidiotalo), dan bahkan yang bejat (harits) hahaha.. peace..


di kelas XII IPA 1 ini pun kita mulai membuat baju persatuan yang sebenarnya mau dipakai waktu ke curup, tapi akhirnya tidak jadi karna lambatnya proses pengiriman -_- ahh shiitt.. haha

tapi itu tidak menggugurkan semangat kami dalam berkarya, baju itupun tetap terpakai meski dalam even yang berbeda -_-


desainnya seperti ini :


tapi kenapa EXPRESO ?

....


Minggu, 03 Juni 2012

Belajar Menang, Belajar Kalah!

mungkin malam ini aku akan bingung untuk menulis apa. aku tak tau apakah ini patut diceritakan atau tidak. tapi sebelum itu, aku ingin bertanya padamu. apa yang kau rasakan di saat semua perjuangan, pengorbanan, dan impianmu tidak bisa terwujud? apakah kecewa? kesal? atau marah?

seperti itulah aku saat ini. sungguh keras apa yang telah kami lewati, yang berawal dari kegagalan tahun lalu.



kemudian kami berjuang keras di tahun ini untuk membalaskan kekalahan itu. dengan harapan dari para senior, guru, dan teman-teman serta orang-orang di sekeliling kami yang menjadi pemberat pundak kami. beban yang memberikan kekuatan itu.

dan sekarang semuanya harus

Jumat, 27 April 2012

Sedikit Goresan Pelajaran

kau tau.. di saat ada seseorang yang bertanya pada ku.. "kenapa kamu bisa dapatkan itu?" atau "kamu hebat sekali, bagaimana caranya? apa rahasianya?" sebenarnya aku sangat bingung untuk menjawabnya karena sungguh aku tak tau. aku tak tau kenapa aku bisa, aku tak tau kenapa aku mampu. aku hanya melakukan yg semestinya kulakukan. aku hanya menuruti nurani ku saja. jika itu harus kulakukan, maka akan kulakukan, jika itu mesti ditinggalkan, maka akan kutinggalkan. mungkin aku hanya bisa bilang "niat yang lurus" itu penting. kenapa?

pernah ada... firman atau hadist yaa? aku lupa... yang jelas intinya seperti ini :
"jika kamu niat karena uang, kamu akan mendapatkan uang. jika kamu niat karena wanita, kamu akan dapatkan wanita. tapi jika kamu niat karena Allah SWT, niscaya kamu akan dapatkan segalanya, uang, wanita, dan juga ke-ridha-an Allah."

That's why I dont want to force myself. karena aku sadar, sekeras apapun

Kamis, 19 April 2012

Kekalahan yang Mengungkap Tabir dan Rahasia

sebelum kompetisi di mulai, aku sudah punya firasat bahwa aku akan jatuh. tidak perlu kalian katakan, aku juga tau, satu hal yang pasti, hal yang membuat aku tak bisa menang adalah semangat ku yang sudah runtuh! aku selalu berpikir, mengapa aku harus berjuang? untuk ke nasional dari even ini sangatlah tidak mungkin, karena sistem di sini sepenuhnya tidak mendukung untuk bisa menggapai nasional. mungkin ini efek dari perubahan yang terjadi di sekolah dan juga efek dari apa yang kutemui di lomba-lomba yang pernah ku ikuti.

untuk bisa sampai nasional, tidak cukup hanya dengan belajar giat, tapi juga perlu pembinaan yg tepat, dan sekolah tidak sanggup memberikan itu. dan tak hanya itu, di daerah ini tidak ada kursus/ tempat les yang khusus untuk mengajarkan materi lomba tersebut. Alhasil, kami yang berpotensi besar sekalipun hanya akan bisa sampai ke tingkat provinsi. untuk ke nasional? It's impossible!

aku sudah sering ikut even provinsi, mungkin itu yang membuatku tak begitu bersemangat untuk memenangkan lomba kabupaten ini. tapi, sebenarnya aku punya sebuah pemikiran

"untuk apa kami

Minggu, 22 Januari 2012

Turun dari Puncak Itu

aku selalu berpikir bahwa segala sesuatu yang sudah mencapai puncaknya akan turun perlahan. awalnya aku selalu berharap bahwa ini bukan puncak, tapi sepertinya ini sudah menjadi final best of our achievment, dan kami mulai turun perlahan dari prestasi itu.

aku sebenarnya tidak ingin berjalan sendiri, tapi aku harus memilih ini karena mereka sudah menyatakan secara tersirat bahwa mereka tidak membutuhkanku lagi. aku sendiri juga tidak begitu mengerti alasan mereka melakukan itu. mungkin memang aku tidak berarti lagi bagi mereka, dan mereka lebih baik hanya berdua saja.

ku akui, kontribusi yang kuberikan selama ini sangat kurang, tapi bukan berarti mereka bisa se-enaknya bersikap begitu padaku. "aku juga bisa berjuang sendiri tanpa mereka", itulah kalimat yang muncul di benakku ketika memikirkan ini.

walaupun mereka meng-acuh-kan ku dengan alasan yang tidak jelas, aku tidak akan membenci mereka, karena mereka sudah kuanggap saudara, dan seorang saudara tidak boleh membenci sudaranya sendiri. tapi, bukan berarti aku akan memohon pada mereka dengan merendahkan martabatku. aku paham, pikiran mereka masih labil, dimarahi sedikit saja bisa mengubah penilaian mereka terhadap seseorang. mereka masih labil, masih belum dewasa, dan orang yang akan mendewasakan mereka bukanlah aku, jadi lebih baik aku menyingkir dari lingkungan mereka.

mungkin ini sudah jalannya, Tuhan memisahkan kita untuk suatu alasan