aku sangat sadar, aku hanya lah sebutir debu kecil yang tertiup angin, terbang menembus cakrawala, yang kadang terhempas dan lebih sering terinjak dalam pesimisme hidup. terlalu banyak yang mengatakan bahwa aku memiliki banyak hal baik, bakat, potensi, namun tak ada satupun yang tau bahwa dibalik semua itu aku tak melihat adanya masa depan.
aku tak yakin pada diriku, pada hidupku, pada apa yang kujalani. semuanya mengalir begitu saja. seperti air yang dapat masuk ke lubang wc, yang terbawa arus menuju selokan, terus ke sungai dan berakhir di lautan perjuangan dunia yang begitu keras. sekeras hati ini yang dulu tak mau mendengarkan pendapat orang lain, yang egois sehingga harus merasakan berbagai penyesalan tak berujung.
begitu banyak yang aku lalui di sini. begitu banyak yang dunia ini ajarkan padaku. dan begitulah aku, tak pernah berubah, hanya mementingkan ego ku sendiri, tak sadar diri, tak sadar akan kesempurnaan diri yang kian memudar, menghilang ditelan hingar bingar ibu kota, dan kemudian larut dalam kesunyian yang gelap dan meghanyutkan.
malam itu aku berpikir, siapa aku dulu? siapa
Bookmarks
Our Partners
Heathcliff
Mengenai Saya
- Talota
- saya adalah seorang laki-laki yang sedang berusaha menemukan jati diri, dan berharap suatu hari nanti bisa menjadi seseorang yang berguna bagi keluarga, agama, dan negara.
Pengikut
Cari Blog Ini
Blogger templates
Rabu, 25 Desember 2013
Selasa, 20 Agustus 2013
Semua Berubah, Dunia Berubah, dan Akupun Berubah
Dua hari lagi aku akan berangkat menuju Jakarta. Kota sejuta impian. Kota terpadat di Indonesia. Pusat perekonomian dan pusat segala hal penting di negara ini. Tapi bagiku Jakarta lebih dari itu. Jakarta adalah sebuah tempat di mana aku harus mengasah diri menjadi lebih dewasa, lebih mandiri, lebih pintar dan lebih kuat untuk tak bersama orang-orang yang aku sayang,, keluarga, pacar, sahabat, teman :'(
seperti baru kemarin aku dilahirkan di sini, di sebuah kota kecil yang penuh misteri, hingga hari-hari terakhirku di sini akan segera tiba. sesungguhnya aku sangat tidak ingin kehidupan ini berubah, aku masih ingin menjadi seorang anak sekolah yang polos dengan sejuta impian kosong seperti dulu, tetap menjadi anak kecil yang ketika emosi bisa langsung marah dan meninju orang, tapi waktu berlalu begitu cepat.
ketika aku tersadar, duniaku telah berubah, umurku telah bertambah, dan aku telah tumbuh menjadi sosok yang bahkan aku sendiri tak bisa mengenali diriku lagi. ini lah aku saat ini, yang mengabaikan mimpi-mimpiku dulu untuk kuliah di ITB, yang mengabaikan kesempatan masuk UGM, demi sebuah perubahan, demi sebuah kemapanan, demi orang-orang yang ada di sekelilingku.
aku tak pernah berfikir bahwa pada akhirnya aku akan masuk Perguruan Tinggi untuk belajar Statistika, aku tak pernah tau apa itu STIS sebelum
Selasa, 06 Agustus 2013
Aku Hanya Beruntung
setiap orang boleh berteori, tapi tidak semuanya harus didengar bukan ? jujur saja, aku sangat terganggu dengan orang yang suka membanding-bandingkan keberuntunganku dengan orang lain. mereka bilangnya macam-macam. aku terlalu berharap tinggi lahh,, aku sok pintar lahh,, aku sombong lahh,, what the f*ck with you All ? this is my life and I know what I have to do.
mungkin aku diam, tapi kau harus tau kalau sebenarnya aku tak pernah berhenti berpikir. kenapa ? karna aku tidak ingin terjebak di rencana yang gagal. prinsipku adalah : aku harus selalu punya rencana cadangan dari setiap rencana yang kukerjakan. aku mungkin gagal, aku mungkin sedih, aku mungkin putus asa, tapi aku tidak akan pernah berhenti melangkah sebelum aku mati.
bagiku sebaik-baik orang adalah yang bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan. aku sangat tidak suka orang yang lari dari tanggung jawab, terlebih lagi hanya karna utk menghindari kata takut, repot, malas, dsb. mungkin manusia di dunia bisa lari se-enaknya dari tanggung jawab, tapi Allah selalu punya balasan dari sekecil apapun hal yang kita lakukan.
aku telah mengalami masa sulit ketika
mungkin aku diam, tapi kau harus tau kalau sebenarnya aku tak pernah berhenti berpikir. kenapa ? karna aku tidak ingin terjebak di rencana yang gagal. prinsipku adalah : aku harus selalu punya rencana cadangan dari setiap rencana yang kukerjakan. aku mungkin gagal, aku mungkin sedih, aku mungkin putus asa, tapi aku tidak akan pernah berhenti melangkah sebelum aku mati.

bagiku sebaik-baik orang adalah yang bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan. aku sangat tidak suka orang yang lari dari tanggung jawab, terlebih lagi hanya karna utk menghindari kata takut, repot, malas, dsb. mungkin manusia di dunia bisa lari se-enaknya dari tanggung jawab, tapi Allah selalu punya balasan dari sekecil apapun hal yang kita lakukan.
aku telah mengalami masa sulit ketika
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Sebuah pilihan selalu memiliki konsekuensi, seperti sebuah cerita yang selalu punya sisi indah untuk dikenang. Ya, dulunya kupikir mem...
-
Lihatlah semua ini, tidak ada yang nyata. Dunia yang ideal itu tidak akan pernah ada. Semua berbeda setelah kita tau. Semua semu ketika kita...
-
kau tau.. di saat ada seseorang yang bertanya pada ku.. "kenapa kamu bisa dapatkan itu?" atau "kamu hebat sekali, bagaimana c...
-
Seorang pria berinisial MTP (sebut saja dia "Mei") telah berkarir solo selama 4 tahun ini. Karir solo-nya dimulai semenjak bu...
-
mungkin malam ini aku akan bingung untuk menulis apa. aku tak tau apakah ini patut diceritakan atau tidak. tapi sebelum itu, aku ingin berta...
-
sudah lama tidak nge-blog, tapi ntah kenapa malam ini ada sebuah kekuatan yang menarikku untuk menulis di sini. padahal besok masih UAS -_- ...
-
Malam ini aku ingin bercerita padamu tentang diriku yang hidup dalam nyanyian. Aku terlahir sebagai seorang manusia biasa, dengan kecintaan ...
-
Terhanyutkan... Diriku di dlm kesunyian.. Terbayangkan.. Wajahmu yg trsmpan bgtu dlm.. Begitu berat, bgtu jauhnya dirimu, tag terkejar, hany...
-
hahaha..... akhirnya, setelah berkali-kali mencoba membuat, blog ini selesai juga (meski masih banyak kekurangan dari blog ini). Banyak hal ...
-
Emm... tiba-tiba aku ingat, dulu waktu kelas 1 SMA pernah ada lomba mading antar kelas, dan waktu itu kebetulan puisi yang aku buat dimua...


